Wednesday, September 27, 2017

Apa Itu TOEFL ITP?

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah salah satu jenis tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan bahasa inggris seseorang. Tes ini diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) yang bertempat di Amerika. Sesuai dengan namanya, tes ini bersifat institusional, artinya hasil tes hanya berlaku atau bisa dipakai dalam internal institusi tertentu atau terbatas dalam sebuah negara. Berbeda dengan TOEFL iBT dimana sertifikat hasil tes berlaku dan diakui di seluruh dunia.

Tujuan tes
ETS, selaku otoritas resmi penyelanggara TOEFL, mendesain tes TOEFL ITP untuk beberapa tujuan, diantaranya adalah untuk placement dan monitoring. Dalam hal placement, tes TOEFL ITP digunakan untuk menentukan penempatan kelas. Misalnya, kita akan kursus atau mengikuti perkuliahan bahasa inggris, maka untuk menentukan kita masuk level berapa akan dilakukan melalui tes TOEFL ITP. Kemudian dalam hal monitoring, TOEFL ITP digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Jadi ada beberapa lembaga kursus yang menerapkan tes TOEFL ITP untuk students-nya dengan tujuan untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana kemampuan students setelah proses belajar.

apa itu toefl itp?


Selain tujuan di atas, TOEFL ITP juga digunakan untuk persyaratan beasiswa dalam negeri. Hampir seluruh penyelenggara beasiswa S2 dan S3 di Indonesia mempersyaratkan skor TOEFL ITP kisaran 500. Misalnya beasiswa LPDP yang konsisten mempersyaratkan skor TOEFL ITP 500 untuk program magister dan doctoral. Ada juga Beasiswa Unggulan Dikti, yang mempersyaratkan skor 500, dan masih banyak beasiswa dalam negeri lainnya yang mayoritas juga mempersyaratkan skor serupa.

TOEFL ITP juga digunakan sebagai syarat masuk atau lulus program S2 dan S3 di Indonesia. Namun biasanya bersifat opsional. Artinya mahasiswa diberikan pilihan apakah menggunakan TOEFL ITP atau tes-tes yang lain. Misalnya di Universitas Gajah Mada (UGM), untuk syarat pendaftaran S2 dan S3, mahasiswa diberikan lima pilihan tes bahasa inggris yang bisa dipilih salah satu, yaitu TOEFL ITP, TOEFL IBT, IELTS, TOEP, dan AcEPT. Tapi TOEFL ITP bisa menjadi pilihan yang realistis, mengingat pilihan-pilihan yang lain tersebut cenderung relatif lebih susah. Satu lagi yang mempersyaratkan TOEFL ITP adalah tes CPNS. Banyak sekali lowongan CPNS di kementerian membutuhkan skor TOEFL ITP 450-500.

Materi Test
Ada tiga materi atau tiga skills yang diujikan dalam tes TOEFL ITP, yaitu:

  1. Listening Comprehension (kemampuan mendengarkan)
  2. Structure and Written Expression ( kemampuan tata bahasa)
  3. Reading Comprehension ( kemampuan memahami bacaan)


Berikut rincian jumlah soal beserta durasi waktunya:

soal dan durasi TOEFL ITP


Durasi waktu keseluruhan untuk sesi Listening Comprehension biasanya tidak selalu tepat 35 menit. Hal ini tergantung pada isi percakapan yang ada pada file audio. Tapi yang jelas, waktu yang diberikan untuk menjawab soal listening adalah 12 detik per soal. Jadi begitu soal selesai dibacakan oleh speaker melalui audio, kita punya waktu 12 detik untuk berpikir dan mengisi lembar jawaban.

Biaya dan Tempat Tes
Kalau kita ingin mengambil tes TOEFL ITP, kita harus mempersiapkan biaya dan dimana kita akan menjalani tes. Biaya yang harus kita keluarkan untuk sekali tes yaitu sekitar Rp 500.000. Bisa jadi, kita akan membayar lebih dari itu atau mungkin juga kurang dari itu. Karena setiap lembaga tempat tes menetapkan harga yang berbeda-beda. Silahkan anda kroscek pada masing-masing lembaga di kota anda untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Lalu pertanyaan selanjutnya, di mana kita mesti mendaftar tes? Yang perlu anda ketahui, test TOEFL ITP ini langsung didesain oleh ETS di Amerika. Namun di setiap negara, ETS punya official partner yang dijadikan tempat tes. Di Indonesia sendiri, sudah banyak lembaga yang menyediakan tes TOEFL ITP. Jadi, anda tinggal cari di kota masing-masing. Dan setelah itu, tanyakan info sedetail-detailnya mengenai biaya, jadwal, dan teknis tes.